LBH APIK NTB kerjasama dengan Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN) NTB, kamis tanggal 27 Mei 2010 menyelenggarakan seminar dengan tema :”Melestarikan Budaya Merarik Menurut Adat Lombok” di Hotel Grand Legi Mataram. Seminar diikuti oleh 175 peserta yang terdiri dari tokoh adat sepulau Lombok, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, eksekutif, legislatif, mahasiswa, ormas dan Aparat Penegak Hukum. Menghadirkan empat orang narasumber yaitu : KPH. Gunarso. G. Kusumodiningrat (Keraton Surakarta) dengan tema :”Implementasi budaya dalam kaitannya dengan perkembangan masa kini”. Dua orang tokoh adat, yaitu : Datu Artadi/H. L. Putria, M.Pd dengan …
Anggaran Untuk Rakyat “Harus berkeadilan gender”, bertempat di Grand Legi Hotel Mataram, 6-8 April 2010, LBH APIK NTB kerjasama dengan Oxfam NZ menyelenggarakan training gender budgeting (anggaran yang berkeadilan gender), dihadiri 23 orang peserta yang terdiri dari staf dan jaringan APIK NTB, BAPPEDA Lombok Barat dan 2 orang dari DPRD Lombok Barat (Ibu Hj. Rapiah Musa, S.Ag/Wakil Ketua DPRD Lobar dan Bapak Sulhan dari Panitia Anggaran DPRD Lombok Barat). Training di fasilitasi oleh Bapak Rohidin Sudarno dari Jakarta.
Dalam pembukaan yang disampaikan oleh Direktur eksekutif LBH APIK NTB ibu Beauty Erawati, …
LBH APIK NTB kerjasama dengan Amnesty Internasional mengadakan workshop konsultasi dengan beberapa NGO yang konsern terhadap isu kesehatan terutama kesehatan reproduksi perempuan dan diahadiri oleh beberapa perwakilan NGO dari kawasan Timur Indonesia, yaitu diantara yang hadir adalah : LP3A Papua, Rumah Perempuan Kupang, PKBI Makassar dan YPKM Papua. Sementara untuk NGO lokal, hadir PKBI NTB, Koslata Mataram, PPK Mataram, ykks Mataram, LARD Mataram, SANTAI Mataram, KSU An-Nisa’ Mataram, LSDA Lotim dan tidak ketinggalan dari Pondok Pesantren Nurul Hakim dan Islahuddiny Kediri Lombok Barat.
Panggil saja namaku Wati (bukan nama sebanarnya), usiaku 37 tahun berasal dari sebuah Dusun kecil di daerah Kopang Lombok Tengah. Aku seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak yang aku asuh sendiri. Aku hidup serba kekurangan aku mencari nafkah dengan bekerja serabutan kadang sebagai buruh pasar atau buruh kerja di sawah. Melihat kondisi ekonomi yang serba kekurangan, akhirnya aku memutuskan untuk menerima ajakan seorang calo yang berinisial SM yang beralamat di Mujur Lombo Tengah. Aku di bawa ke sebuah PT. NB, namun ketika di penampungan Jakarta aku di pindah …
Panggil saja namaku Intan, umurku baru 19 tahun, kata orang sekitar aku anak yang cantik dan manis, dan memang setelah kuperhatikan wajahku dicermin, kulitku putih agak kekuningan dan masih polos serta bersih. Aku berasal dari sebuah kampung kecil di daerah Praya Lombok Tengah. Aku sekolah sebenaranya sedang duduk dibangku kelas 2 Aliyah (SMA), ibuku hanya seorang buruh dan bapakku juga berprofesi yang sama akan tetapi telah berpisah dengan ibuku sejak aku masih kecil.
Singkat cerita, disuatu pagi yang cerah tepatnya 8 Januari 2009 aku mengalami permasalahan keluarga yang cukup berat …