Training Kejurnalistikkan
LBH APIK NTB, tanggal 12 - 14 Oktober 2009 bertempat di The Santosa Villas & Resort Senggigi menyelenggarakan training kejurnalistikkan. Training di hadiri oleh 20 orang peserta (staf dan jaringan) serta 2 orang wartawan senior dengan fasilitator mas Adhar Hakim (wartawan SCTV) dan mas Beny (Cameramen SCTV). Selaku panitia Beauty Erawati (Direktur eksekutif LBH APIK NTB) dalam sambutannya mengungkapkan :”Training ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas staf dalam pembuatan laporan yang berupa narasi, photo maupun gambar yang dirasa masih kurang. Terutama dalam pengambilan gambar, kadang-kadang gambar tidak mewakili dan tidak mampu bercerita, karena yang kelihatan cuman, kepala atau kaki-kaki saja ungkapnya”. Kedepan setelah ada training ini diharapak ada beberapa orang staf yang mampu membuat laporan narasi yang bagus serta bisa mengambil gambar atau photo yang mewakili laporan yang dibuat”. imbuhnya.
Dalam kesempatan ini Adhar Hakim memberikan beberapa materi dan pengetahuan baru yang selama ini tidak terfikirkan, karena pada dasarnya konsep-konsep yang disampaikan sering dilakukan akan tetapi menggunakan istilah yang berbeda. Misalnya dalam pembuatan press release harus bisa memenuhi unsur 5 w dan 1 h, yaitu when, where, who,whay dan what serta how. Materi yang disampaikan antara lain:
- Teknik dasar jurnalistik dan kamera;
- managemen jumpa pers dan penyusunan press realease;
- teknik penulisan press realease dan analisa kasus;
Sementara itu mas Beny memberikan beberapa teknik camera yang selama ini menjadi kelemahan APIK NTB, beberapa materi yang diberikan antara lain: size camere (ECU : extrem close up, CU : close up, MS : medium shot, MLS : medium long shot, NEEK SHOT : pengambilan gambar diatas lutut, LS : long shot, ELS : extrem long shot, Grouo shot, one shot, two shot, trhe shot). Selanjutnya bagaimana arah gerakan camera yaitu :(Till up, till down, pen L dan pen R,track in dan out. Beny mengungkapkan bahwa selama ini banyak orang yang merasa bahwa hasil pengambilan gambarnya bagus, akan tetapi setelah kita melihat, gambar tersebut tidak memenuhi standar, karena tidak mengetahui tehnik dasar camera. Intinya bahwa sebelum mengambil gambar, harus disiapkan dulu camera, posisi, dan ingat jangan bernapas disaat pengambilan gambar karena akan membuat camera tidak stabil. Dalam sesi penutupan oleh Surya mengungkapkan :”bahwa banyak hal-hal baru yang peserta terima walaupun sebagian besar sudah sering kita lakukan di LBH APIK, namun kita sadari juga bahwa perlu ada sedikit perbaikan untuk kemajuan APIK ke depan”.
Related posts:
- Training Trafficking Menyamakan Persepsi dan Aksi Nyata LBH APIK NTB, 24 –...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.










Leave your response!