Beberapa tahun yang lalu, Kota Mataram adalah ibu kota dari Kabupaten Lombok Barat sebelum akhirnya terjadi pemekaran wilayah. Kini ibu kota dari Kabupaten Lombok Barat pindah di Gerung, dan Kota Mataram sendiri menjadi Kotamadya sekaligus Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat
Kota Mataram memiliki kebiasaan dan kebudayaan yang dipengaruhi oleh Adat Sasak dan Adat Bali. Wilayah ini berada pada ketinggian 50 meter dari permukaan laut dengan struktur geologi yang sebagian besar terdiri dari jenis tanah liat dan tanah endapan tuff yang merupakan endapan alluvial dari aktifitas Gunung Rinjani.
Suhu udara di Kota Mataram berkisar antara 20.4°C sampai dengan 32.10°C. Kelembapan maksimum 92% terjadi pada bulan Januari, April, Oktober dan November, sedangkan kelembapan minimum 67% terjadi pada bulan Oktober. Rata-rata penyinaran matahari maksimum pada bulan Februari. Sementara jumlah hari hujan tertinggi terjadi pada bulan November sebanyak 27 hari, dengan curah hujan rata-rata mencapai 1.256,66 mm per tahun, dan jumlah hari relatif 110 hari per tahun.
Secara administratif Kota Mataram memiliki luas daratan 61,30 km dan 56,80 km perairan laut, terbagi atas 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Ampenan, Cakranegara, Mataram, Pejanggik, Selaparang dan Sekarbela dengan 50 kelurahan dan 297 lingkungan.


